Webometric

Kalau kemarin kita sudah membahas apa itu 4ICU, sekarang kita akan membahas Webometric bisa dibilang mereka ini adik kaka, kenapa begitu? Karena kedua situs itu memberitahu kita peringkat – peringkat website yang di miliki universitas – unniversitas di seluruh dunia. Dan kali ini saya akan membahas apa itu webometric.

Webometric merupakan salah satu perangkat atau sistem untuk mengukur atau memberikan penilaian/rangking terhadap kemajuan seluruh universitas atau perguruan tinggi terbaik di dunia (World Class University) melalui website universitas tersebut. Tujuan sistem rangking ini adalah untuk menyediakan informasi yang handal, akurat, multidimensi dan berguna kepada masyarakat tentang kinerja perguruan tinggi di seluruh dunia berdasarkan kehadiran dan dampaknya di dunia maya (internet space). Sistem ini dimulai di tahun 2014 yang selanjutnya setiap 6 bulan sekali dikeluarkan informasi rangking terkininya di website webometric itu sendiri yaitu http://www.webometrics.info/en

webometric tersendiri memiliki penilaian atau kriteria, berikut merupakan kriteria yang digunakan oleh webometric:

  • Presence(20%) adalah jumlah halaman web host dalam web domain utama (termasuk semua subdomain dan direktori) dari universitas yang diindeks oleh mesin pencari Google.
  • Impact(50%) adalah kualitas konten dievaluasi melalui “virtual referendum” dengan menghitung semua external inlinks yang diterima oleh webdomain Universitas dari pihak ketiga. Link tersebut mengakui prestise institusional, kinerja akademik, nilai informasi, dan kegunaan dari layanan seperti yang diperkenalkan dalam halaman web sesuai dengan kriteria jutaan web editor dari seluruh dunia.
  • Openness(15%) merupakan jumlah file dokumen Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps, .eps), Microsoft Word (.doc,.docx) and Microsoft Powerpoint (.ppt, .pptx) yang online/open di bawah domain website universitas yang tertangkap oleh mesin pencari (Google Scholar).
  • Excellence(15%) merupakan jumlah artikel-artikel ilmiah publikasi perguruan tinggi yang bersangkutan yang terindeks di Scimago Institution Ranking (tahun 2003-2011) dan di Google Scholar (tahun 2007-2011).

 

weboo

Apabila kita memasuki website Webometric, maka tampilan awalnya akan seperti dibawah ini. Dan kita dipermudah dengan adanya sub – sub tools untuk memilih negara bagian mana yang kan kita lihat.

webo

dan berikut ini tampilan universitas – universitas diseluruh Indonesia :

weboin

APA ITU 4ICU?

4icu

Assalamuailaikum wr.wb

pada kesempatan kali ini, saya akan membahas topik yang menarik yaitu 4ICU. Tidak banyak orang yang mengetahui apa itu 4ICU dan juga sebagian orang – orang sudah mengetahui apa itu 4ICU.
nah pada kali ini saya akan membahas, apa si itu 4ICU? Apa aja yang dapat kita temukan? Dan tentu saja apa saja yang dapat kita dapatkan di 4ICU itu sendiri.

APA ITU 4ICU?

4ICU adalah suatu search engine dan direktori yang melakukan penilaian berdasarkan kepopuleran situs yang dimiliki oleh 11.000 perguruan tinggi di seluruh dunia yang telah terakreditasi dan tersebar dalam 200 negara.

Dari pengertian diatas sudaah sangat jelas apa itu 4ICU, merupakan search egine yang melakukan penilaian kepopuleran situs yang dimiliki universitas diseluruh dunia. Singkat kata 4ICU akan memberitahu kita universitas – universitas dengan search egine terbanyak. Yang maksudnya adalah dimana suatu universitas memiliki situs dan 4ICU ini bertugas menghitung banyak nya akses yang telah masuk pada suatu website tersebut.

DIMANA KITA DAPAT AKES 4ICU?

Nah untuk yang belum tahu dimana kita dapat mengakses 4ICU dapat mengunjungi situs http://www.4icu.org/id/ untuk universitas di seluruh Indonesia, sedangkan untuk tingkat dunia dapat mengunjungi situs http://www.4icu.org/top-universities-world/

APA KEGUNAAN 4ICU?

Pada zaman yang serba modern ini, universitas – universitas sudah menggunakan media sebagai alat informasi yang mengubungakan mahasiswa dan pihak kampus yang berkaitan yang bertujuan sebagai mempermudahnya jembaataan antara pihak kampus dan mahasiswa. Dengan demikian pihak kampuspun membuat website kampus untuk mempermudah mahasiswa untuk mendapatkan informasi yang akurat dengan cara yang efektif. Kegunaan 4ICU tersendiri yaitu mengukur kepopuleran suatu situs yang dimiliki universitas itu sendiri. Dengan kata lain semakin banyak mengakses situs kampus tersebut semakin popular suatu situs universitas tersebut.

BAGAIMANA TAMPILAN 4ICU?

berikut ini merupakan tampilan 4ICU :

4icu2

Data dan informasi peringkat universitas-universitas akan selalu di update setiap 6 bulan sekali. Pada tampilan awal tersebut, terbagi kedalam beberapa piliha benua.
dan berikut ini beberapa universitas seluruh indonesia yang masuk kedalam 4ICU

4icu3

 

 

sertifikat

Sertifikat Company Visit_Page_34.png

Apa itu researchgate?

Apa itu Researchgate?

ResearchGate adalah sebuah situs web jejaring sosial gratis  dan alat kolaborasi bagi para ilmuwan sains dari segala jenis disiplin sains. Situs ini menyediakan pelbagai aplikasi web termasuk pencarian semantik (mencari seluruh abstrak), berbagi file, berbagi database publikasi, forum, diskusi metodologi, grup, dan berbagai aplikasi lainnya. Semenjak Mei 2008, ResearchGate telah digunakan oleh lebih dari 1,400,000 ilmuwan dari 196 negara,

Dibandingkan dengan situs dan alat kolaborasi lainnya, ResearchGate telah mengembangkan alat pencarian Internet semantik yang mampu untuk mencari makalah penelitian dari sumber internal dan database eksternal terkenal seperti PubMed, CiteSeer, arXiv, NASA Library dan sebagainya. Alat pencarian internet ini dikembangkan untuk menganalisa kata – kata dan ungkapan yang lebih luas daripada yang biasa digunakan pada alat pencarian internet lainnya dengan cara menganalisa seluruh abstrak makalah penelitian sehingga dapat memperoleh hasil yang lebih akurat.

Sistem pencarian semantik ini juga diterapkan pada platform untuk mendukung jaringan sosial pengguna. Dengan menganalisa informasi yang telah diberikan oleh pengguna pada halaman profil mereka, platform ini dapat menyarankan grup, pengguna lain dan juga makalah penelitian yang relevan dan mungkin menarik bagi sang pengguna. Sejauh ini, sudah 1,100 grup yang telah diciptakan dalam ResearchGate . Grup – grup ini dapat dibuka bagi umum untuk para pengguna ResearchGate, atau juga dapat ditutup menjadi grup privat. Setiap pengguna dapat membuat grup pada waktu apapun juga. Setiap grup memiliki perangkat lunak kolaboratif, yaitu semisalnya alat berbagi file yang dapat digunakan dengan anggota grup lainnya untuk menulis dan menyunting dokumen.

Jenis alat lainnya berupa pembuat jadwal dan survey/polling. Beberapa organisasi sains dan konferensi menggunakan ResearchGate sebagai tempat untuk mencatat informasi, berkolaborasi dan juga berkomunikasi. Platform ini telah juga mengembangkan subkomunitas privat untuk organisasi besar yang hanya terbuka bagi para anggota institusi tersebut. Selain itu, platform ini juga menyediakan forum kerja dimana para ilmuwan dapat melihat lowongan kerja riset internasional. Lowongan kerja ini dapat dicari dengan pelbagai kata kunci, posisi, jenis pekerjaan dan negari tujuan.

Pada tahun 2009, ResearchGate telah memasuki area akses bebas dimana situs ini mengembangkan alat untuk membantu para ilmuwan untuk mengunggah makalah yang telah diterbitkan (dengan catatan tetap menghormati hak cipta). Makalah yang telah diunggah kemudian termasuk dalam sumber internal yang akan dapat dicari oleh alat pencarian internet semantik. Para pengguna dapat membaca dan mengunduh makalah yang telah diterbitkan ini secara gratis.

Contoh ResearchGate

Berikut akan saya berikan contoh dari beberapa peneliti yang mendaftar di dalam ResearchGate

  1. Ery Prasetyo

Publication : 30

Reads : 1.14k

Citations : 22

Impact Points : 0.20

full-texts : 14

RG Points : 3.27

Departemen : Universitas Gunadarma, Faculty of Computer Science and Information Technology

Skill and Expertise : CMOS, VLSI Technology, Microelectronics, Circuit Simulation, Mentor Graphics

Beberapa Tulisan yang sudah pernah di publikasikan oleh beliau :

  1. Digital Filter Design of Infinite Impulse Response (IIR) Infrasound to Detect Fetal Heart Rate
  2. Content Based Image Retrieval Using Local Color Histogram
  3. Layout design and simulation for analog neural network circuit using cmos technology 0, 35 μ

2. Made Wiryana

Publication : 13

Reads : 193

Citation : 2

Full-texts : 7

RG Scores : 1.87

Departemen : Universitas Gunadarma, Faculty of Computer Science and Information Technology

Skill and Expertise : Computer Security and IT Forensics , Sosial Media, Sustainable Development, semantic web, Social Network Analysis, Network Security, Theory of e-learning

beberapa Tulisan yang pernah di publikasikan oleh beliau :

  1. STANDARDISASI PROFESI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM ERA GLOBALISASI DUNIA
  2. Indonesian seaweeds market: an answer to overcrowding challenge
  3. Requirement engineering strategy for multinational original equipment manufacturer partnership

 

cr : https://alghani22blog.wordpress.com/2016/04/29/researchgate/

https://id.wikipedia.org/wiki/ResearchGate

 

 

 

 

Perbandingan Budaya Indonesia dan Jepang

  1. Apakah perbandingan budaya itu ?

Budaya adalah kristalisasi nilai dan pola hidup yang dianut suatu komunitas. Budaya tiap komunitas tumbuh dan berkembang secara unik, karena perbedaan pola hidup komunitas itu. Perbandingan budaya Jepang dan Indonesia berarti mencari nilai-nilai kesamaan dan perbedaan antara bangsa Indonesia dan bangsa Jepang. Dengan mengenali persamaan dan perbedaan kedua budaya itu, kita akan semakin dapat memahami keanekaragaman pola hidup yang ada, yang akan bermanfaat saat berkomunikasi dan berinteraksi dengan pihak yang berasal dari budaya yang berbeda.

Kesulitan utama dalam membuat perbandingan budaya antara Indonesia dan Jepang disebabkan perbedaan karakteristik kedua bangsa tersebut. Bangsa Jepang relatif homogen, dan hanya memiliki sekitar 15 bahasa (tidak berarti 15 suku bangsa, karena termasuk didalamnya sign language untuk tuna rungu), dan telah memiliki sejarah yang jauh lebih panjang, sehingga nilai-nilai budaya itu lebih mengkristal. Adapun bangsa Indonesia berciri heterogen, multi etnik, memiliki lebih dari 700 bahasa, sehingga tidak mudah untuk mencari serpih-serpih budaya yang mewakili Indonesia secara nasional[1]. Perlu dipisahkan nilai-nilai mana yang diterima secara nasional di Indonesia, dan mana yang merupakan karakter unik salah satu suku yang ada.

Bahasan dalam makalah ini dibatasi pada perbandingan budaya Indonesia dan Jepang dari segi-segi sbb. : “nama dan tanda tangan”, “cara pemakaian gesture untuk penghormatan kepada yang lebih tua/dihormati”.

  1. Tradisi Pemilihan Nama dan Tanda Tangan

    2.1 Tradisi penamaan di Jepang

Nama di Jepang terdiri dari dua bagian : family name dan first name. Nama ini harus dicatatkan di kantor pemerintahan (kuyakusho), selambat-lambatnya 14 hari setelah seorang bayi dilahirkan. Semua orang di Jepang kecuali keluarga kaisar, memiliki nama keluarga. Tradisi pemakaian nama keluarga ini berlaku sejak jaman restorasi Meiji, sedangkan di era sebelumnya umumnya masyarakat biasa tidak memiliki nama keluarga. Sejak restorasi meiji, nama keluarga menjadi keharusan di Jepang. Dewasa ini ada sekitar 100 ribu nama keluarga di Jepang, dan diantaranya yang paling populer adalah Satou dan Suzuki. Jika seorang wanita menikah, maka dia akan berganti nama keluarga, mengikuti nama suaminya. Namun demikian, banyak juga wanita karir yang tetap mempertahankan nama keluarganya. Dari survey yang dilakukan pemerintah tahun 1997, sekitar 33% dari responden menginginkan agar walaupun menikah, mereka diizinkan untuk tidak berganti nama keluarga [2]. Hal ini terjadi karena pengaruh struktur masyarakat yang bergeser dari konsep “ie”(家) dalam tradisi keluarga Jepang. Semakin banyak generasi muda yang tinggal di kota besar, sehingga umumnya menjadi keluarga inti (ayah, ibu dan anak), dan tidak ada keharusan seorang wanita setelah menikah kemudian tinggal di rumah keluarga suami. Tradisi di Jepang dalam memilih first name, dengan memperhatikan makna huruf Kanji, dan jumlah stroke, diiringi dengan harapan atau doa bagi kebaikan si anak.

2.2 Tradisi penamaan di Indonesia

Adapun masyarakat di Indonesia tidak semua suku memiliki tradisi nama keluarga. Masyarakat Jawa misalnya, tidak memiliki nama keluarga. Tetapi suku di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi memiliki nama keluarga. Dari nama seseorang, kita dapat memperkirakan dari suku mana dia berasal, agama apa yang dianut dsb. Berikut karakteristik nama tiap suku di Indonesia

  • Suku Jawa (sekitar 45% dari seluruh populasi) : biasanya diawali dengan Su (untuk laki-laki) atau Sri (untuk perempuan), dan memakai vokal “o”. Contoh : Sukarno, Suharto, Susilo, Joko, Anto, Sri Miranti, Sri Ningsih.
  • Suku Sunda(sekitar 14% dari seluruh populasi) : banyak yang memiliki perulangan suku kata. Misalnya Dadang, Titin, Iis, Cecep
  • Suku Batak : beberapa contoh nama marga antara lain Harahap, Nasution.
  • Suku Minahasa : beberapa contoh nama marga antara lain Pinontoan, Ratulangi.
  • Suku Bali : Ketut, Made, Putu, Wayan dsb. Nama ini menunjukkan urutan, bukan merupakan nama keluarga.

Selain nama yang berasal dari tradisi suku, banyak nama yang diambil dari pengaruh agama. Misalnya umat Islam : Abdurrahman Wahid, Abdullah, dsb. Sedangkan umat Katolik biasanya memakai nama baptis : Fransiskus, Bonivasius, Agustinus, dsb.

2.3 Perbandingan kedua tradisi

Persamaan antara kedua tradisi
Baik di Jepang maupun di Indonesia dalam memilih nama (first name) sering memilih kata yang mensimbolkan makna baik, sebagai doa agar si anak kelak baik jalan hidupnya. Khusus di Jepang, banyaknya stroke kanji yang dipakai juga merupakan
salah satu pertimbangan tertentu dalam memilih huruf untuk anak. Umumnya laki-laki di Jepang berakhiran “ro” (郎), sedangkan perempuan berakhiran “ko” (子)

Perbedaan antara kedua tradisi sbb.

  1. Di Jepang, nama keluarga dimasukkan dalam catatan sipil secara resmi, tetapi di Indonesia nama keluarga ini tidak dicatatkan secara resmi di kantor pemerintahan. Nama family/marga tidak diperkenankan untuk dicantumkan di akta kelahiran
  2. Di Jepang setelah menikah seorang wanita akan berganti nama secara resmi mengikuti nama keluarga suaminya. Sedangkan di Indonesia saat menikah, seorang wanita tidak berganti nama keluarga. Tapi ada juga yang nama keluarga suami dimasukkan di tengah, antara first name dan nama keluarga wanita, sebagaimana di suku Minahasa. Di Indonesia umumnya setelah menikah nama suami dilekatkan di belakang nama istri. Misalnya saja Prio Jatmiko menikah dengan Sri Suwarni, maka istri menjadi Sri Suwarni Jatmiko. Tetapi penambahan ini tidak melewati proses legalisasi/pencatatan resmi di kantor pemerintahan.
  3. Huruf Kanji yang bisa dipakai untuk menyusun nama anak di Jepang dibatasi oleh pemerintah (sekitar 2232 huruf, yang disebut jinmeiyo kanji), sedangkan di Indonesia tidak ada pembatasan resmi untuk memilih kata yang dipakai sebagai nama anak

2.4 Pengalaman unik yang timbul akibat perbedaan budaya

Bagi orang Indonesia yg datang di Jepang, saat registrasi, misalnya membuat KTP sering ditanya mana yang family name, dan mana yang first name. Hampir setiap saat saya harus selalu menjelaskan perbedaan tradisi antara Indonesia dan Jepang, bahwa di Indonesia tidak ada keharusan memiliki family name. Umumnya hal ini dapat difahami dan tidak menimbulkan masalah. Tetapi adakalanya kami harus menentukan satu nama sebagai family name, misalnya saat menulis paper (artikel ilmiah resmi), atau untuk kepentingan pekerjaan. Saat itu saya terpaksa memakai nama “Nugroho” sebagai family name agar tidak mempersulit masalah administrasi. Demikian juga saat anak saya lahir, kami beri nama Kartika Utami Nurhayati. Nama anak saya walaupun panjang tidak ada satu pun yang merupakan nama keluarga. Tetapi saat registrasi, pihak pemerintah Jepang (kuyakusho) meminta saya untuk menetapkan satu nama yang dicatat sebagai keluarga, karena kalau tidak akan sulit dalam pengurusan administrasi asuransi. Akhirnya nama “Nurhayati” yang letaknya paling belakang saya daftarkan sebagai nama keluarga. Bagi orang Jepang hal ini akan terasa aneh, karena dalam keluarga kami tidak ada yang memiliki nama keluarga yang sama.

Masih berkaitan dengan nama, adalah masalah tanda tangan dan inkan (stempel). Di Indonesia dalam berbagai urusan adminstrasi formal sebagai tanda pengesahan, tiap orang membubuhkan tanda tangan. Tanda tangan ini harus konstan. Banyak orang yang memiliki tanda tangan berasal dari inisial nama, tetapi dengan cara penulisan yang unik yang membedakan dengan orang lain yang mungkin memiliki nama sama. Tanda tangan ini juga yang harus dibubuhkan di paspor saat seorang Indonesia akan berangkat ke Jepang. Tetapi begitu tiba di Jepang, tanda tangan yang semula memiliki peran penting, menjadi hilang perananannya. Tanda tangan di Jepang tidak memiliki kekuatan formal. Tradisi masyarakat Jepang dalam membubuhkan tanda tangan adalah dengan memakai inkan (stempel). Biasanya inkan ini bertuliskan nama keluarga. Ada beberapa jenis inkan yang dipakai di Jepang. Antara lain :

  1. “Mitomein” (認印) dipakai untuk keperluan sehari-hari yang tidak terlalu penting, misalnya saat menerima barang kiriman, mengisi aplikasi.
  2. “Jitsuin” (実印) dipakai untuk keperluan penting, seperti membeli rumah, membeli mobil. Inkan tipe ini harus dicatatkan di kantor pemerintahan.
  3. “Ginkoin” (銀行印) dipakai untuk membuka rekening di bank

“Jitsuin” dan “ginkoin” sangat jarang dipakai dan harus disimpan baik-baik. Karena kalau hilang akan menimbulkan masalah serius dalam bisnis.

Bagi orang asing saat masuk ke Jepang harus membuat inkan. Untuk membuat rekening bank, kita tidak boleh memakai tanda tangan, dan harus memakai inkan. Kecuali yubinkyoku masih membolehkan pemakaian tanda tangan. Karena tidak punya kebiasaan tanda tangan, banyak maka orang Jepang kalau diminta untuk menanda tangan (di paspor misalnya), umumnya mereka menuliskan nama lengkap mereka dalam huruf kanji. Barangkali karena inilah maka kalau saya diminta seorang petugas pengiriman barang, untuk membubuhkan tanda tangan sebagai bukti terima, dia berkata “tolong tuliskan nama lengkap anda”, padahal itu di kolom signature. Sepertinya untuk mereka, tanda tangan sama dengan menulis nama lengkap.

3. Pemakaian gesture/gerak tubuh untuk memberikan penghormatan dan kasih sayang

Salah satu topik menarik untuk dibahas adalah bagaimana memakai bahasa tubuh untuk mengungkapkan penghormatan. Jepang dan Indonesia memiliki cara berlainan dalam mengekspresikan terima kasih, permintaan maaf, dsb.
Ojigi
Dalam budaya Jepang ojigi adalah cara menghormat dengan membungkukkan badan, misalnya saat mengucapkan terima kasih, permintaan maaf, memberikan ijazah saat wisuda, dsb. Ada dua jenis ojigi : ritsurei (立礼) dan zarei (座礼). Ritsurei adalah ojigi yang dilakukan sambil berdiri. Saat melakukan ojigi, untuk pria biasanya sambil menekan pantat untuk menjaga keseimbangan, sedangkan wanita biasanya menaruh kedua tangan di depan badan. Sedangkan zarei adalah ojigi yang dilakukan sambil duduk. Berdasarkan intensitasnya, ojigi dibagi menjadi 3 : saikeirei (最敬礼), keirei (敬礼), eshaku (会釈). Semakin lama dan semakin dalam badan dibungkukkan menunjukkan intensitas perasaan yang ingin disampaikan. Saikeirei adalah level yang paling tinggi, badan dibungkukkan sekitar 45 derajat atau lebih. Keirei sekitar 30-45 derajat, sedangkan eshaku sekitar 15-30 derajat. Saikeirei sangat jarang dilakukan dalam keseharian, karena dipakai saat mengungkapkan rasa maaf yang sangat mendalam atau untuk melakukan sembahyang. Untuk lebih menyangatkan, ojigi dilakukan berulang kali. Misalnya saat ingin menyampaikan perasaan maaf yang sangat mendalam. Adapun dalam budaya Indonesia, tidak dikenal ojigi.
Jabat tangan
Tradisi jabat tangan dilakukan baik di Indonesia maupun di Jepang melambangkan keramahtamahan dan kehangatan. Tetapi di Indonesia kadang jabat tangan ini dilakukan dengan merangkapkan kedua tangan. Jika dilakukan oleh dua orang yang berlainan jenis kelamin, ada kalanya tangan mereka tidak bersentuhan. Letak tangan setelah jabat tangan dilakukan, pun berbeda-beda. Ada sebagian orang yang kemudian meletakkan tangan di dada, ada juga yang diletakkan di dahi, sebagai ungkapan bahwa hal tersebut tidak semata lahiriah, tapi juga dari batin.
Cium tangan
Tradisi cium tangan lazim dilakukan sebagai bentuk penghormatan dari seorang anak kepada orang tua, dari seorang awam kepada tokoh masyarakat/agama, dari seorang murid ke gurunya. Tidak jelas darimana tradisi ini berasal. Tetapi ada dugaan berasal dari pengaruh budaya Arab. Di Eropa lama, dikenal tradisi cium tangan juga, tetapi sebagai penghormatan seorang pria terhadap seorang wanita yang bermartabat sama atau lebih tinggi. Dalam agama Katolik Romawi, cium tangan merupakan tradisi juga yang dilakukan dari seorang umat kepada pimpinannya (Paus, Kardinal). Di Jepang tidak dikenal budaya cium tangan.
Cium pipi
Cium pipi biasa dilakukan di Indonesia saat dua orang sahabat atau saudara bertemu, atau sebagai ungkapan kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya dan sebaliknya. Tradisi ini tidak ditemukan di Jepang.
Sungkem
Tradisi sungkem lazim di kalangan masyarakat Jawa, tapi mungkin tidak lazim di suku lain. Sungkem dilakukan sebagai tanda bakti seorang anak kepada orang tuanya, seorang murid kepada gurunya. Sungkem biasa dilakukan jika seorang anak akan melangsungkan pernikahan, atau saat hari raya Idul Fitri (bagi muslim), sebagai ungkapan permohonan maaf kepada orang tua, dan meminta doa restunya.

Baik budaya Jepang maupun Indonesia memiliki keunikan tersendiri dalam mengekspresikan rasa hormat, rasa maaf. Jabat tangan adalah satu-satunya tradisi yang berlaku baik di Jepang maupun Indonesia. Kesalahan yang sering terjadi jika seorang Indonesia baru mengenal budaya Jepang adalah saat melakukan ojigi, wajah tidak ikut ditundukkan melainkan memandang lawan bicara. Hal ini mungkin terjadi karena terpengaruh gaya jabat tangan yang lazim dilakukan sambil saling berpandangan mata. Kesalahan lain yang juga sering terjadi adalah mencampurkan ojigi dan jabat tangan. Hal ini juga kurang tepat dipandang dari tradisi Jepang.

  1. Penutup

Perbandingan budaya antara Indonesia dan Jepang bermanfaat untuk mengetahui pola berfikir bangsa Indonesia dan bangsa Jepang. Salah satu kesulitan utamanya adalah perbedaan karakteristik kedua bangsa: bangsa Jepang relatif homogen, sedangkan bangsa Indonesia sangat heterogen. Karenanya, perbandingan akan lebih mudah jika difokuskan pada satu suku bangsa di Indonesia. Misalnya budaya Jepang dengan budaya Jawa Tengah, atau budaya Jepang dengan budaya Sunda. Hal ini menggiring kita pada pertanyaan berikutnya : apakah bangsa Indonesia memiliki budaya nasional ? Ataukah budaya nasional itu tidak lain adalah kumpulan dari warna-warni budaya suku bangsa kita ? Ini merupakan pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab, dan menarik untuk dianalisa lebih lanjut.

sumber : https://asnugroho.wordpress.com/2006/08/31/perbandingan-budaya-indonesia-dan-jepang/

Nilai-Nilai Kebudayaan

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sekali kebudayaan, dari sabang sampai marauke. Indonesia memiliki berbagai macam budaya yang kental.

Menurut Koentjaraningrat (1987:85) adalah nilai budaya terdiri dari konsepsi – konsepsi  yang  hidup  dalam  alam  fikiran  sebahagian  besar  warga  masyarakat mengenai hal – hal yang mereka anggap amat mulia. Sistem nilai yang ada dalam suatu masyarakat dijadikan orientasi dan rujukan dalam bertindak. Oleh karena itu, nilai budaya yang dimiliki seseorang mempengaruhinya dalam menentukan alternatif, cara – cara, alat – alat, dan tujuan – tujuan pembuatan yang tersedia

 

Peran Kebudayaan Dalam Pemenuhan Kebutuhan Hidup Manusia Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi manusia dan masyarakat. Suparlan (1988) mendefinisikan kebudayaan sebagai keseluruhan pengetahuan yang dipunyai oleh manusia sebagai makhluk sosial, yang lainnya adalah perangkat – perangkat, model – model pengetahuan yang secara selektif dapat dipergunakan untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan yang dihadapi dan untuk mendorong dan menciptakan tindakan – tindakan yang diperlukannya. Lebih lanjut Suparlan menjelaskan, kebudayaan dan pembangunan mempunyai kaitan yang fungsional. Dalam hal ini kebudayaan harus diartikan sebagai suatu kumpulan pedoman atau pegangan yang kegunaannya operasional dalam hal manusia mengadaptasi diri dengan dan menghadapi lingkungan – lingkungan tertentu (fisik / alami, sosial dan kebudayaan). Kebudayaan bermanfaat bagi masyarakat agar mereka itu dapat tetap melangsungkan kehidupannya yaitu memenuhi kebutuhan – kebutuhannya dan untuk dapat hidup secara lebih baik lagi. Karena itu kebudayaan seringkali juga dinamakan sebagai blueprint atau disain menyeluruh dari kehidupan. Beraneka ragamnya kebutuhan – kebutuhan manusia yang harus dipenuhinya baik secara terpisah – pisah maupun secara bersama – sama sebagai suatu satuan kegiatan telah menyebabkan terwujudnya beraneka ragam model pengetahuan yang menjadi pedoman hidup yang masing – masing berguna atau relevan untuk usaha masing – masing kebutuhan manusia. Sehingga dalam hal pengkajian mengenai peranan kebudayaan dalam kaitannya dengan usaha – usaha pemenuhan kebutuhan – kebutuhan manusia, kebudayaan dilihat sebagai terdiri atas unsur – unsur yang masing – masing berdiri sendiri tetapi yang satu sama lainnya saling berkaitan. Unsur – unsur kebudayaan tersebut menurut Sujarwa dalam Koentjaraningrat (1981:186) adalah sebagai berikut:

  1. Bahasa dan komunikasi
  2. Ilmu pengetahuan
  3. Teknologi
  4. Ekonomi
  5. Organisasi Sosial
  6. Agama
  7. Kesenian

 

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan kehidupan material manusia (baik secara kualitas dan kuantitas), unsur – unsur kebudayaan yang penting adalah teknologi dan ekonomi. Namun demikian, dalam tindakan – tindakan pemenuhan kebutuhan – kebutuhannya manusia selalu melibatkan keseluruhan unsur – unsur kebudayaan (secara langsung ataupun tidak langsung), aspek – aspek biologi dan emosi manusia yang bersangkutan, dan juga kualitas, kuantitas serta macam sumber daya / energi yang tersedia dan ada dalam lingkungan. Dalam tindakan – tindakan pemenuhan kebutuhan tersebut, salah satu aspek penting yang sering dilupakan oleh kebanyakan orang adalah aspek yang terwujud sebagai tradisi – tradisi atau kebiasaan yang berlaku pada masyarakat setempat atau pranata sosial / struktur sosial. Pentingnya peranan aspek sosial itu disebabkan oleh hakekat kemanusiaan dari manusia itu sendiri, yaitu sebagai makhluk sosial, yang dalam hal mana hampir sebahagian besar dari kegiatan – kegiatan pemenuhan kebutuhan – kebutuhannya itu dicapai melalui dan dalam kehidupan sosial.

 

 

 

 

Nilai mempunyai beberapa fungsi yang sangat penting dalam kehidupan manusia (adisubroto, 2000) yaitu sebagai berikut:

  • Nilai berfungsi sebagai standar, yaitu standar yang menunjukkan tingkah laku dari berbagai cara, yaitu :
  1. Membawa individu untuk mengambil posisi khusus dalam masalah sosial.
  2. Mempengaruhi individu dalam memilih ideologi politik atau agama.
  3. Menilai dan menentukan kebenaran dan kesalahan atas diri sendiri dan orang lain.
  4. Merupakan pusat pengkajian tentang proses-proses perbandingan untuk menentukan individu bermoral dan kompeten.
  5. Nilai di gunakan untuk mempengaruhi orang lain atau mengubahnya
  • Nilai berfungsi sebagai rencana umum (general plan) dalam menyelesaikan konflik dan pengambilan keputusan.
  • Nilai berfungsi motivasional. Nilai memiliki komponen motivasional yang kuat seperti halnya komponen kognitif, afektif, dan behavioral.
  • Nilai berfungsi penyesuaian, isi nilai tertentu di arahkan secara langsung kepada cara bertingkah laku serta tujuan akhir yang berorientasi pada penyesuaian. Nilai berorientasi penyesuaian sebenarnya merupakan nilai semu karena nilai tersebut di perlukan oleh individu sebagai cara untuk menyesuaikan diri dari tekanan kelompok. Nilai berfungsi sebagai ego defensive. Di dalam prosesnya nilai mewakili konsep-konsep yang telah tersedia sehingga dapat mengurangi ketegangan dengan lancer dan mudah
  • Nilai berfungsi sebagai pengetahuan dan aktualisasi diri. Fungsi pengetahuan berarti pencarian arti kebutuhan untuk mengerti, kecenderungan terhadap kesatuan persepsi dan keyakinan yang lebih baik untuk melengkapi kejelasan dan konsepsi.

 

 

Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Indonesia

 

Kemajemukan masyarakat Indonesia menunjukkan suatu aneka warna yang besar dalam hal budaya dan bahasa. Hal tersebut menjadikan mayoritas masyarakat Indonesia bangga akan Bhineka Tunggal Ika yang melambangkan bangsa Indonesia itu sendiri.

Salah satu kebudayaan khas masyarakat Indonesia adalah gotong royong. Gotong royong merupakan suatu konsep yang erat sangkut pautnya dengan kehidupan rakyat Indonesia sebagai masyrakat agraris, oleh karena itu gotong royong bernilai tinggi.

Gotong royong mengandung 3 konsep : Pertama, Manusia tidak hidup sendiri di dunia ini, tetapi dikelilingi oleh komunitasnya, masyrakatnya dan alam semesta sekitarnya. Kedua, Dalam segala aspek kehidupan manusia pada hakekatnya tergantung terhadap sesamanya. Ketiga, Memelihara hubungan baik dengan sesamanya, terdorong oleh jiwa sama-rata sama-rasa. Seluruh konsep tersebut memberikan sifat ketergantungan kepada sesama, dimana hal tersebut menciptakan suatu rasa keamanan nurani yang sangat dalam. Gotong royong merupakan kunci budaya kontemporer Indonesia, yang menggambarkan masyarakat di dalamnya dan semua kebijakan yang diambil dalam kehidupan bermasyarakat harus berdasarkan konsep gotong royong (Bowen 1986, 545).

 

 

 

Manusia dan Kebudayaan

Manusia dan kebudayaan, kali ini saya akan mengambil topik tersebut dalam tulisan saya kali ini. Yang kita ketahu indonesia memiliki penduduk yang banyak dan memiliki budaya yang beraneka ragam juga, karena bentuk negara kita yang berkepulauan sehingga banyak pula budaya yang kita miliki. Tetapi sungguh sangat disayangkan bangsa kita kurang peka atau kurang apik dalam mengembangkan budaya kita sehingga mudah sekali bangsa asing yang mengambil kebudayaan kita, bahkan bangsa kita yang sudah mengetahui hal itu, masih kurang peka dan bersikap masa bodo dengan hal itu hdann bahkan bangsa kita lebih mengikuti trend budaya asing, seperti yang sekarang sedanng booming dikalangan remaja seperti “Korean wave” banyak sekali remaja yang mengikuti gaya-gaya artis korea seperti Girls Generation, Girls Day, A Pink, dan lain-lain. Untuk itu kita para generasi muda diharuskan untuk memahami budaya kita sendiri agar kita dapat mengembangkan budaya kita dan dapat melestarikan nya.
Manusia da kebudayaan terdiri dari 2 kata yaitu, Manusia dan kebudayaan.

Manusia
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti “manusia yang tahu”), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok, dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.

HAKEKAT MANUSIA
 Hakekat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, diciptakan dalam bentuk paling sempurna. Manusia adalah makhluk spiritual yang akan menjalani fase-fase peristiwa kehidupan baik sebelum lahir, sekarang maupun setelah mati.
Kalimat diatas mungkin terlalu filosofis, namun sebenarnya merupakan istilah sederhana yang bisa dipahami. Spiritual merupakan aspek non fisik yang mampu memberikan kekuatan manusia untuk lebih dari sekedar hidup. Bukti akan hakekat manusia sebagai makhluk spiritual mungkin dapat ditunjukkan dengan beberapa contoh berikut.
Ketika menjalani hidup sehari-hari, manusia tidak selamanya dalam kondisi bahagia. Namun kadang mengalami musibah, nikmat, susah, senang, sedih bahkan terkadang merasakan kesuksesan diluar rencana.Semuanya itu datang silih berganti seperti sudah ada keteraturan. Inilah salah satu nuansa spiritual yang ada pada manusia.
Dalam hal rasa, manusia mempunyai interpretasi berbeda-beda tentang apa yang dirasakan hati. Perasan senang, susah, enak ataupun nggak enak merupakan fenomena hati yang sudah biasa terjadi. Tukang becak yang tiduran di halte kadang lebih pulas daripada pengusaha yang tidur di hotel berbintang. Orang miskin yang pandai bersyukur akan lebih kaya dari konglomerat yang gila dunia. Semuanya tergantung dari bagaimana seseorang menyikapi apa yang dialaminya.

PENGERTIAN KEBUDAYAAN
 Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Berikut ini merupakan cara bagaimana kita dapat mengembangkan dan mencintai budaya kita sendiri :

  1. Memahami budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.
  2. Menghargai apa yang dimiliki oleh bangsa Indonesia
  3. Ttidak menutup diri dari kebudayaan yang telah ada di bangsa Indonesia
  4. Ingin mencari tahu apa yang menjadi daya tarik Indonesia
  5. Ikut berpartisipasi dalam mengembangkan budaya Indonesia
  6. Berani menunjukan budaya Indonesia.

Matematika Informatika

Soal Matematika Informatika 4 (Graph Berarah)

1. Himpunan benda-benda yang disebut simpul (vertex atau node) yang terhubung oleh sisi (edge) atau busur (arc), adalah pengertian dari?
a. Three
b. Graph
c. Relasi
d. Rekursi

2. Lahirnya teori graf pertama kali diperkenalkan oleh?
a. Thomas Alfa Edison
b. Ilana Tan
c. Leonhard Euler
d. Kim Dong haa

3. Jenis jenis Graph berdasarkan orientasi arah pada sisi dibagi menjadi 2 yaitu?
a. Graph Berarah & Tidak Berarah
b. Graph berhingga & tak berhingga
c. Graph sederhana & tak sederhana
d. Graph

4. Graph yang setiap sisinya diberikan orientasi arah adalah ?
a. Graph Berarah                 c. Grafik
b. Graph Tidak Berarah       d. Semua benar

5. Graph yang sisinya tidak memiliki orientasi arah adalah?
a. Graph Berarah                  c. Grafik
b. Graph Tidak Berarah        d. Semua benar

6. Dibawah ini yang termasuk unsur-unsur dari graf?
a. Simpul
b. Sisi
c. Garis parallel
d. Semua benar

7.  …. Suatu daratan (titik yang dihubungkan oleh jembatan)?
a. Edge
b. Vertex
c. Garis parallel
d. Alur

8. Berikut yang termasuk komponen graf?
a. Alur
b. Edge
c. Vertex
d. Graph

9. Yang di maksud dari sisi/ lintasan yang ditempuh?
a. Derajat
b. Panjang
c. Alur
d. Semua benar

10. Sejarah graph lahir karna masalah suatu jembatan apa nama jembatan tersebut?
a. Konigsberg
b. Weinan Weihe
c. Jiaozhou bay
d. Machac swamp

Nama Kelompok 4
– Ahmad Riswanto (50414599)
– Ahmad Zulfikar (50414623)
– Esa Amalia M (53414656)
– Haryo Fajar B (54414833)
– Muhammad Sayudha P (57414545)
– Muhammad Trisna (57414572)
– Nofrian Samara (58414003
– Raden Adhyaksa (58414696)
– Rahmat Syalim (58414811)
– Syafinah Zeanah D (5A414557)

APA SI WEB SCIENCE ITU???

Pada bahasan kali ini saya akan coba membahas, Apa si Webscience itu? Mungkin diantara para pembaca ada yang tertarik dengan webscience. Dan adapun yang belum mengetahiu apa itu webscience.

tagcloud

Web Science terdiri dari 2 kata, yaitu Web dan Science. Nah sebelum kita mempelajari apa itu web Science kita harus mengetahui, apa si itu Web dan Science itu sendiri.
Web atau yang biasa kita sebut dengan Website merupakan halaman situs sistem informasi yang dapat diakses secara cepat. Website ini didasari dari adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Sedangkan Science atau yang biasa kita sebut dengan ilmu atau Pengetahuan adalah  usaha memulai kegiatan yang sistematis untuk membangun dan mengatur pengetahuan dalam bentuk penjelasan dan prediksi yang ada di alam semesta.

WebScienceAustraliaWordle_1

Dari kedua kata tersebut kita dappat menyimpul kan bahwa Web Science itu adalah Ilmu yang mempelajari tentang efisiensi atau pemanfaatan dari sebuah web, agar dapat dirasakan manfaat dan kegunaannya pada banyak bidang di dalam kehidupan sehari-hari.

MENCAKUP APA SAJA WEB SCIENCE ITU??

Mungkin sebagian dari kita masih bertanya-tanya, apa aja si yang dipelajari di web science ini. Berikut merpakan komponen-komponen yang mencakup Web Science.

websci-heatmap

 

Pembahasan Karnauqh Map (K-Map) Penyelesaian Aljabar Boolean.

Karnauqh Map atau K-Map adalah suatu tekik penyederhanaan fungsi logika dengan cara pemetaan. K-Map terdiri dari kotak-kotak yanng jumlahnya terdiri dari jumlah variabel dan fungsi logika atau julah inputan dari rangkaiaan logika yang sedang kita hitung.

Rumus menentukan jumlah kotak pada k-map adalah  n adalah banyak variabel.

Berikut merupakan penyerderhanaan Fungsi Boolean dengan K-Map :

Penyderhanaan 2 Variabel menggunakan K-Map :

Contoh  :

F = AB + A’B + AB’

Penyelesaiaan :

Gambarkan K-Map Model-1 untuk dua variabel

Ganti kotak-kotak yang sesuai untuk AB, A’B, dan AB, dengan angka satu (1) dan sisanya dengan angka nol (0)

K-Map-1

Gabungkan semua angka satu (1) sesederhana mungkin. Untuk mempermudah dapat menggunakan pemetaan K-Map dua variabel.

Hasil penyederhanaan dari F = AB + A’B + AB’ adalah F = A + B

Dengan Cara aljabar yaitu :

F = AB + A’B + AB’

= A (B+B’) + A’B

= A (1) + A’B    = A + A’B

= A + B

Penyederhanyaan 3 Variabel menggunakan K-Map :

Contoh :

F = ABC’ + AB’C’ + AB’C + ABC

Penyelesaiaan :

Gambarkan K-Map Model-1 untuk 3 variabel kemudian tandai dengan angka satu (1) setiap kotak yang mewakili ABC’, AB’C’, AB’C, dan ABC, sisanya diisi dengan angka nol (0).

K-Map-5

Gambarkan pemetaan K-Map untuk 3 variabel yang paling mendekati dan paling sederhana. Pada kasus ini area A pada K-Map dapat mewakili semua variabel dalam soal.

K-Map-6

Hasil penyederhanaan dari F = ABC’ + AB’C’ + AB’C + ABC adalah F = A

Perbandingan dengan Aljabar:

F = ABC’ + AB’C’ + AB’C + ABC

= AB (C’+C) + AB’ (C’+C)

= AB (1) + AB’ (1)    = AB + AB’

= A (B+B’)    = A (1)    = A

Penyederhanaan 4 Vaariabel :

Contoh : F = A’BC’D + ABC’D + A’BCD + ABCD

Gambarkan K-Map Model-1 untuk 4 variabel kemudian tandai dengan angka satu (1) setiap kotak yang mewakili A’BC’D, ABC’D, A’BCD, ABCD, sisanya diisi dengan angka nol (0).

K-Map-23

Gambarkan pemetaan K-Map untuk 4 variabel yang paling mendekati dan paling sederhana. Pada kasus ini area B dab D pada K-Map dapat mewakili semua variabel dalam soal

K-Map-22

Hasil penyederhanaan dari F = A’BC’D + ABC’D + A’BCD + ABCD adalah F = BD

Perbandingan dengan Aljabar:

F = A’BC’D + ABC’D + A’BCD + ABCD

= (A’+A) BC’D + (A’+A) BCD

= (1) BC’D + (1) BCD

= BC’D + BCD

= BD (C’+C)

= BD (1)

= BD